Showing posts with label Tanda Isim. Show all posts

Tanda Isim

0 comments


 (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)

Pelajaran Keenam (اَلدَّرْسُ السَّادِسُ)
Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)
Alhamdulillah, Pembaca Qonitah yang semoga dijaga oleh Allahl, pada edisi kali ini kita memasuki pembahasan baru. Setelah menyelesaikan pembahasan isim isyarah pada edisi-edisi sebelumnya, kita akan membahas tanda-tanda isim.Sebelumnya, kita perlu mengetahui pembagian kata dalam bahasa Arab.
Kata (الْكَلِمَةُ) dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
  1. Isim (اِسْمٌ).
  2. Fi’il (فِعْلٌ).

Read More »

Tanda-tanda Isim

0 comments

 (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)

Pelajaran Keenam (اَلدَّرْسُ السَّادِسُ)
Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)
Alhamdulillah, Pembaca Qonitah yang semoga dijaga oleh Allahl, pada edisi kali ini kita memasuki pembahasan baru. Setelah menyelesaikan pembahasan isim isyarah pada edisi-edisi sebelumnya, kita akan membahas tanda-tanda isim.Sebelumnya, kita perlu mengetahui pembagian kata dalam bahasa Arab.
Kata (الْكَلِمَةُ) dalam bahasa Arab terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
  1. Isim (اِسْمٌ).
  2. Fi’il (فِعْلٌ).
Fi’il adalah kata kerja yang menunjukkan suatu kejadian pada salah satu waktu dari tiga waktu tertentu, yaitu masa lampau (الْمَاضِي), masa sekarang (الْحَالُ), atau masa yang akan datang (الْاِسْتِقْبَالُ).
Contoh: خَرَجَ (keluar), دَخَلَ (masuk), dan lain-lain.
Akan datang penjelasannya pada edisi-edisi mendatang, insya Allah.
  1. Huruf (حَرْفٌ).
Huruf adalah kata yang tidak mempunyai arti kecuali setelah bersambung dengan kata lain, baik dengan isim maupunfi’il, sehingga memberikan arti pada isim atau fi’il tersebut.
Contoh: هَلْ, فِيْ, لَمْ, dan lain-lain.
Sebagaimana telah kita ketahui, isim sering kali diterjemahkan sebagai kata benda. Sebenarnya, cakupan isim lebih luas. Dalam bahasa Arab, isim mencakup kata benda, kata sifat, keterangan waktu, keterangan tempat, dan sebagainya.
Contoh isim yang berupa kata benda telah kami jelaskan pada edisi-edisi sebelumnya, seperti كِتَابٌ (buku), بَيْتٌ (rumah).
Contoh isim yang berupa kata sifat adalah كَبِيْرٌ (besar), نَظِيْفٌ (bersih).
Contoh isim yang berupa keterangan waktu adalah صَبَاحًا (pagi), مَسَاءً (sore).
Yang berupa keterangan tempat adalah أَمَامَ (di depan), خَلْفَ (di belakang), dan sebagainya.
Kesimpulannya, isim adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan arti kata itu sendiri dan tidak terkait dengan waktu. Demikian para ahli nahwu mendefinisikan isim.
Kata كِتَابٌ menunjukkan kata benda “buku”, sedangkan نَظِيْفٌ menunjukkan kata sifat “bersih”. Kedua kata ini tidak terkait dengan waktu kejadian. Dengan pengertian inilah isim terbedakan dengan kedua saudaranya, yaitu fi’il danhuruf.
Isim menunjukkan arti pada dirinya sendiri, sedangkan huruf baru memiliki arti setelah bergabung dengan kata yang lain. Isim juga tidak berkaitan dengan waktu, sedangkan fi’il terkait dengan waktu sebagaimana telah dijelaskan di atas.
Tanda-tanda Isim (عَلَامَاتُ الاِسْمِ)
            Isim dapat dikenali dengan tanda-tanda sebagai berikut.
  • Bisa menerima tanwin (ـًـ ـٍـ ـٌـ), seperti قَلَمٌ, بَيْتٌ, رَجُلٌ.
  • Bisa menerima jar (kasrah atau pengganti kasrah), seperti pada kalimat بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ .
Keterangan:

Read More »
Peluang Bisnis PayTren Ustadz Yusuf Mansur